Lempar Jumrah, Sejarah dan Fakta Dilakukannya Saat Ibadah Haji

Kategori : Sejarah, Ditulis pada : 21 Februari 2023, 21:26:28

Assalamualaikum Sahabat Arfa,

Menunaikan ibadah haji merupakan idaman setiap umat muslim. Bagi mereka yang belum pernah melaksanakannya sudah tentu sering memimpikan untuk dapat pergi ke Baitullah. Tidak sedikit cerita-cerita menyentuh yang menggugah hati dan meningkatkan iman kita kepada Allah sepulang dari Mekkah.

Ibadah haji mempunyai syarat-syarat pelaksanaan yang harus diikuti oleh setiap muslim yang sedang menjalankannya. Salah satu syarat tersebut adalah lempar jumrah. Bahkan aktivitas lempar jumrah ini jika dilewati oleh orang tersebut, harus membayar dam atau denda.

“Pada tahun haji wada, Rasullah SAW memerintahkan kami agar melempar jumrah dengan pada batu kecil (kerikil)." (HR At-Thabrani).

Nah, bagi sahabat yang belum mengetahui sejarah dan faktanya lempar jumrah mari kita bahas pada artikel Arfa kali ini.

Sejarah Awal Lempar Jumrah

Mari kita mengingat cerita nabi Ibrahim. Beliau mendapat mimpi tiga kali berturut-turut utntuk menyembelih puteranya sendiri. Mimpi ini diceritakan nabi Ibrahim kepada puteranya yaitu nabi Ismail. Karena keimanan nabi Ismail yang begitu kokoh, maka nabi Ismail menyeru kepada ayahnya untuk melaksanakan mimpi tersebut karena itu perintah dari Allah.

Singkat cerita, nabi Ibrahim dan nabi Ismail pergi untuk melaksanakan mimpi tersebut. Di tengah perjalanan setan laknatullah mencoba untuk menggoda nabi Ibrahim agar mengurungkan niat tersebut. Nabi Ibrahim tetap berpegang teguh pada keimanannya kepada Allah. Malaikat Jibril turun dan membisikkan kepada nabi Ibrahim “rajamlah dia!”.

Nabi Ibrahim seketika mengambil kerikil dan melempar setan yang menyamar menjadi manusia sebanyak tujuh kerikil. Dan setan pun menghilang.

Tidak berapa lama setelah usaha pertama setan gagal, setan pun mencoba usaha berikutnya. Dia menampakkan dirinya pada suatu batu besar dan menyeru kepada nabi Ibrahim seraya mengerahkan tipu dayanya untuk mengagalkan niat nabi Ibrahim menyembelih puteranya.

Malaikat Jibril tentu tidak diam saja. Jibril kembali membisikkan “rajamlah dia!” kepada nabi Ibrahim dan segera melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, yaitu mengambil tujuh butir kerikil dan melemparnya kepada setan hingga makhluk laknat tersebut menghilang.

Kejadian ini terulang hingga sampai tiga kali. Setelah kali yang ketiga, setan tidak menampakkan dirinya lagi. Namanya juga makhluk terlaknat, setan mencoba cara lain yaitu melalui istri nabi Ibrahim yaitu Siti Hajar.

Namun karena Siti Hajar mempunyai iman yang kuat juga, Siti Hajar melakukan hal yang sama seperti nabi Ibrahim untuk mengusir setan. Kali ini setan mencoba menggoda nabi Ismail agar menolak untuk disembelih oleh ayahnya. Sekali lagi, ajakan tersebut ditolak oleh nabi Ismail mentah-mentah karena kuatnya iman kepada Allah.

Saat godaan setan gagal, nabi Ibrahim melakukan penyembelihan. Saat penyembelihan akan dilakukan, Allah mengganti nabi Ismail dengan sebuah domba.

Jadi, bermula dari kejadian tersebut maka lempar jumrah tetap dilakukan saat ibadah haji hingga saat ini. Sahabat tentu ingin juga melakukan ibadah lempar jumrah tersebut, bukan?

Arfa tour menjaga amanah sahabat hingga sahabat sampai ke tanah suci dengan aman dan nyaman. Jangan ragu untuk menghubungi kami.

 

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id